"Anak-anak yang hilang keluarganya harus segera dikasih orang tua angkat. Bukan hanya adopsi, tapi ada orang yang mengurus dan memperhatikannya," kata psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati Rani I Noe'man saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010).
Menurut Rani, anak-anak yang ditinggal keluarganya akan mengalami trauma yang luar biasa jika tidak segera diberi perhatian khusus. Gangguan yang muncul juga bisa menimbulkan depresi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi hal tersebut, Rani menyarankan agar dilakukan terapi khusus bagi anak-anak korban bencana. Sebab, tanpa 'pengobatan' khusus, trauma tersebut akan terus berada di alam bawah sadarnya.
Menurut Rani, ada beberapa cara terapi yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya. Misalnya Cognitive Behaviour Therapy (CBT), metode yang bisa digunakan pada anak agar lupa dengan peristiwa bencana di masa lalu.
"Anak itu disadarkan kembali kepada hari ini. Dan dikasih tahu kalau kemarin sudah nggak ada lagi bahayanya," tambah Rani.
Selain itu, ada terapi yang mengajarkan si anak agar mencari pilihan atas situasi yang terjadi. Hal ini bisa dilakukan oleh para relawan dengan teknik pertanyaan tertentu.
"Yang penting adalah dikeluarkan perasaannya. Jiwa traumanya harus dipindahkan," lanjutnya.
Bagi Rani, memindahkan anak dari lokasi bencana juga bisa membantu proses penyembuhan trauma. Namun itu bukan solusi satu-satunya. Perhatian dari lingkungan sekitar justru menjadi hal pokok dalam rangka memperbaiki kondisi psikologis anak.
"Kalau mau adopsi juga harus betul-betul paham cara mengurusnya. Dia harus melewati dulu proses traumanya," tutup Rani. (mad/mpr)











































