"Daya rusaknya sama saja gempa vulkanik juga, bisa mempengaruhi bangunan," kata Praktisi konstruksi Endy A. Budyanto saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010).
Endy menegaskan, kekuatan gempa tidak selalu dilihat dari besarnya skala richter. Menurut dia, itu hanya catatan seismograf yang terukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kerusakan bangunan akibat gempa vulkanik belum bisa terlihat di Yogyakarta. Termasuk apakah ada pengaruh abu vulkanik bagi bangunan.
"Tapi abu vulkanik kan asam, biasanya akan lebih merusak kalau ke bangunan yang berbahan dasar batu, seperi candi. Kalau yang dicampur dengan semen dan pasir sepertinya tidak," tutupnya.
Dalam dua hari terakhir, terjadi gempa vulkanik di sekitar Merapi sebanyak 8 kali. Gempa multiphase juga kerap terjadi hingga siang tadi.
Sementara abu vulkanik terasa hingga sejumlah wilayah di Yogyakarta. Warga terpaksa harus menggunakan masker dan penerbangan di bandara sempat tertunda.
(mad/mad)











































