Hal itu disampai Menteri Haji Arab Saudi, Fuad Al-Farsy, setelah membuka lokakarya "Manajemen Kerumunan di Jamarat," di Mina seperti dikutip Arabnews.
Lokakarya tersebut, menurut Al-Farsy, digelar untuk bertukar pengalaman dan memastikan kelancaran pergerakan jamaah haji saat melontar jumrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di jamarat telah dipasang 50 kamera (CCTV) untuk memantau pergerakan jamaah. Dengan kamera itu pula, pergerakan jamaah bisa diatur, karena akan terlihat kondisi di masing-masing lantai, sehingga penumpukan jamaah di satu tempat bisa dikurangi.
Jamaah Wafat
Sementara itu hingga Senin (1/11/2010), jamaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci mencapai 28 orang.
Dari jumlah jamaah yang wafat itu, sebanyak 7 orang wafat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di seluruh Arab Saudi. Lainnya wafat di RS Arab Saudi 12 orang, pondokan 5 orang, perjalanan 3 orang dan pesawat 1 orang.
(iy/mad)











































