hingga kini belum bisa menemukan jamaah haji asal Nanggroe Aceh Darussalam yang lari saat ditolongnya. Ia khawatir ada apa-apa menimpa si kakek tersebut.
Indra yang baru lulus dari Universitas Al Azhar, Mesir itu bergabung dalam tim pengamanan haji 2010. Ia bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah. Selain mengurus masalah keamanan, pria 24 tahun ini juga sibuk membantu mengantarkan jamaah yang tersesat yang tidak tahu arah pulang ke pemondokannya.
Suatu malam, Indra dan petugas haji lainnya, Yanti dan Fathul mengantarkan
sejumlah jamaah yang tersesat ke pemondokannya. Satu per satu jamaah berhasil diantar ke pemondokannya hingga akhirnya tinggal seorang nenek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata si pria Arab menolong seorang kakek yang merupakan jamaah asal Aceh
yang tersesat. Maka kemudian jamaah tersebut pun dinaikkan ke mobil petugas
haji. Si kakek duduk di kursi paling belakang.
Di dalam mobil, si kakek itu terus berbicara dalam bahasa Aceh. Sayangnya tidak satu pun petugas yang bisa bahasa Aceh. Petugas hanya menenangkan si kakek bahwa ia nanti akan diantarkan ke pemondokannya.
Si kakek awalnya baik-baik saja dan menjawab dengan bahasa Indonesia yang tidak lancar. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba ia pindah ke depan. Duduk di dekat sopir dan menyerobot kursi yang diduduki Indra. Si kakek pun lantas memaksa keluar mobil dan berjalan cepat.
Indra segera turun dari mobil dan membujuk si kakek agar kembali naik mobil.
Tapi pria asal Aceh itu tidak mau dan bahkan berlari. Indra pun mengejar si
kakek berusaha untuk mengajaknya kembali ke mobil.
"Tapi si kakek itu melawan dengan memukul saya. Saya sudah minta bantuan orang Arab tapi tetap tidak mampu mengejar kakek itu. Saya takut kakek itu
kenapa-kenapa. Sampai sekarang juga saya belum bertemu lagi," sesal Indra.
Indra menganggap jamaah haji yang sudah sepuh-sepuh seperti orangtuanya sendiri. Makanya ia pun dengan serius membantu jamaah tersesat termasuk melakukan lembur mencari koper jamaah yang hilang.
"Saya selalu membayangkan mereka seperti orangtua saya, mereka harus menabung lama untuk bisa naik haji. Kasihan kalau sampai sini kenapa-kenapa," kata Indra.
(iy/mad)











































