Namun Surono mengingatkan, ada dua hal yang mengancam warga sekitar Merapi saat ini. Dua ancaman itu adalah erupsi atau letusan dan banjir lahar.
"Kita tidak bisa memastikan kondisinya seperti apa, namun ada dua ancaman yang harus diwaspadai yaitu kemungkinan letusan dan banjir lahar," kata Surono usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (1/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu banjir lahar juga mengancam karena saat ini adalah musim penghujan. "Musim hujan itu ada kebaikannya tapi ada juga keburukannya," kata Surono.
"Hujan itu bisa menyapu abu sehingga tidak mengganggu pernafasan dan kesehatan manusia tapi keburukannya, jika hujan sangat lebat, dapat menimbulkan banjir lahar yang mengancam masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Itu dampak sekunder dari Merapi," kata Surono.
Surono mengatakan, selama berstatus awas, pihaknya akan terus memantau kondisi Merapi terkini kepada Pemda dan lembaga penanganan bencana. Semua hal akan dilaporkan selama 6 jam sekali.
"Agar dapat diketahui seluruh peristiwa di sana," kata Surono.
(ken/asy)











































