Salah seorang peserta ACI, Taufiq Nur, asal Yogyakarta, menuturkan apa yang dialaminya di Aceh saat berpetualang bersama rekan satu timnya Wahid Masrukan.
"ACI membuka mata saya, ternyata di luar Pulau Jawa masih banyak yang bisa digarap karena memiliki potensi yang sangat bagus dan dapat mendatangkan turis, salah satunya ialah Aceh," ujar Taufik yang biasa dipanggil Topik, ketika dihubungi detikcom, Senin (1/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penilain teman-teman terhadap saya yang mengikuti ACI juga sangat positif sekali. Mereka tanya bagaimana saya bisa lolos dan sangat antusias untuk mengikuti ACI. Katanya tahun depan kalau ada lagi ingin ikut. Apalagi ketika saya menunjukkan foto-foto selama di Aceh, menambah excited mereka," sambungnya.
Perjalanan mereka menuju Desa Malinggih, Pulau Bereuh, menjadi kenangan manis yang tak terlupakan. Meski selama perjalanan mereka harus berjuang fisik dan mental karena minimnya informasi mengenai jalan menuju mercusuar tertua di Aceh. Tanpa bekal serta hanya mengantongi uang sedikit, niatan Topik dan Wahid untuk mengunjunginya tidak surut.
"Medannya parah banget, hampir tiga kilometer menuju mercusuar tertua di Aceh jalanannya rusak banget. Batunya besar-besar, sebesar kepala manusia. Aku naik motor sama mas Wahid. Apalagi rekan saya badannya gemuk, jadi sepanjang perjalanan naik-turun motor," sambungnya.
"Butuh perjuangan untuk mencapai ke sana. Setelah sampai, rasa lelah terhapus sudah, hanya ada rasa syukur kita telah sampai ke sini. Pemandangannya bagus banget, jadi gak sia-sia perjuangan kita. Dari atas kita dapat melihat pemandangan pulau-pulau, bahkan pulau terluar dari Indonesia," lanjutnya.
"Ternyata perjuangan belum berakhir. Ketika ingin kita ingin pulang, kita harus balik lagi dengan jalan yang sama dan harus berjuang lagi. Meski cuma tiga kilometer, tetapi lama perjalanannya pulang pergi itu sekitar empat jam," ujar Topik.
"Aku yakin pasti mas Wahid juga gak akan melupakan pengalaman itu," lanjutnya tertawa.
Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































