"Ini evaluasi saja ke depannya, agar ada tim dulu yang ke sana. Disangkanya gampang lewat di sana tahunya kan susah," kata pengamat politik LIPI Lili Romli kepada detikcom, Senin (1/11/2010).
Kunjungan anggota DPR ke tempat pengungsian, menurut Lili haruslah diapresiasi. Apalagi sebelumnya banyak kecaman karena mereka lebih memprioritaskan agenda kunjungan kerja.
"Kita apresiasi kalau mereka hadir di sana. Tinggal teknis di sana biar tidak jadi menyusahkan," lanjutnya.
Menurut Lili, kesalahan mungkin juga bukan pada anggota DPR, melainkan protokol yang mengatur kunjungan mereka yang mungkin kurang mempertimbangkan keadaan. Penggunaan bus pun mungkin atas alasan kemudahan untuk membawa mereka.
"Mungkin kalau anggota dewan tunduk dengan protokol. Dalam konteks mereka biar bareng pakai bus, tapi tidak tahu kondisi jalan sempit," tutupnya.
Sebelumnya, rombongan Komisi VII dan VIII DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso meninjau Posko Utama Pakem, Sleman dengan menggunakan bus. Bus rombongan anggota Dewan yang diparkir dan memakan separo badan jalan membuat lalu lintas di Jalan Kaliurang yang sempit menjadi macet panjang.
(fay/nrl)











































