SBY Tagih Penyelesaian Lumpur Lapindo

SBY Tagih Penyelesaian Lumpur Lapindo

- detikNews
Senin, 01 Nov 2010 16:07 WIB
SBY Tagih Penyelesaian Lumpur Lapindo
Jakarta - Kasus semburan liar lumpur Lapindo masih saja berlangsung. Presiden SBY menagih penuntasan upaya untuk menghentikan semburan lumpur yang empat tahun terakhir telah menelan sejumlah desa di Sidoarjo, Jawa Timur, itu.

"Untuk kasus lumpur, mana Menteri PU? Ini sudah berjalan 4 tahun buat cegah luapan baru, APBN keluar terus tiap tahun," ujar SBY saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Presiden sekali lagi menekankan perlunya ada studi yang menyeluruh dan tuntas seperti kondisi sebenarnya di bawah lumpur. Kemudian apakah masih ada peluang untuk menghentikan semburan liar lumpur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila memang ada, maka apa pun yang harus dilakukan akan pemerintah lakukan. Namun yang penting tindak lanjut untuk penanganan yang pemerintah ambil benar-benar efisien dan efektif.

"Sekali lagi ajak perguruan tinggi, insinyur dan kerjasamalah dengan negara-negara sahabat. Apakah masih ada peluang untuk mengentikan lumpur itu. Kalau ada, maka seperti apa? Kalau ada, maka investasi dan itu bisa untuk selesaikan masalah secara permanen, akan tenangkan semua pihak," ujar SBY.

Studi yang menyeluruh dan tuntas juga Presiden SBY inginkan untuk kondisi geologis dan geografis Indonesia. Posisinya yang dilewati dua lingkar gunung api aktif dunia dan berada tepat di atas lempengan tektonik yang masih aktif membuat Indonesia rawan bencana alam.

Terlebih saat ini sejumlah gunung berapi terindikasi mengalamai kenaikan aktifitas, seperti Anak Krakatau, Dempo dan Papandayan. Pada saat sama ada prediksi gempa susulan akan terjadi kembali di Mentawai dan Siberut.

"Saya ingin studi tuntas, konklusif. Berdasarkan kesimpulan ilmiah, berapa costnya dan apa manfaatnya, dan apa yang bisa kita lakukan dengan tuntas. Kalau ilmiah, harus kita simak dan pelajari tapi kalau tahayul kita tidak boleh percayai," tegas SBY. (lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads