Wanita berumur 22 tahun itu dibebaskan dengan syarat dia bersedia datang jika diperlukan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Al-Samawi merupakan mahasiswi teknik di Universitas Sanaa. Otoritas Yaman menyatakan, seseorang telah menggunakan nama lengkap, alamat dan nomor telepon al-Samawi saat mengantarkan dan menandatangani manifes pengiriman paket.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al-Samawi ditangkap pada Sabtu, 30 November lalu. Tim legal al-Samawi bersikeras bahwa wanita itu tak ada kaitan dengan plot pengeboman tersebut. Menurut mereka, al-Samawi justru korban karena identitasnya telah digunakan oleh orang lain.
Pejabat-pejabat AS menyebutkan, Ibrahim Hassan al-Asiri, pria berumur 28 tahun yang diyakini sebagai pembuat bom al-Qaeda kelahiran Arab Saudi namun berbasis di Yaman, sebagai tersangka utama dalam plot paket bahan peledak ini.
"Kegiatan-kegiatan al-Asiri di masa lalu dan pengalamn bahan peledak menjadikan dia tersangka utama," kata pejabat AS yang tak ingin disebutkan namanya.
"Ada indikasi dia mungkin berperan dalam plot-plot terdahulu AQAP (Al Qaeda di Semenanjung Arab), termasuk percobaan pembunuhan seorang pejabat Saudi dan serangan di Hari Natal yang gagal tahun lalu," kata pejabat tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama menyatakan, temuan paket-paket bahan peledak di pesawat bertujuan AS merupakan ancaman teroris yang kredibel. Paket-paket tersebut dialamatkan ke rumah ibadah Yahudi di Kota Chicago, Illinois, AS.
(ita/nrl)











































