Kemenhub Minta Maskapai Patuhi Larangan Terbang Terkait Debu Merapi

Kemenhub Minta Maskapai Patuhi Larangan Terbang Terkait Debu Merapi

- detikNews
Senin, 01 Nov 2010 14:23 WIB
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta Maskapai penerbangan jangan nekat menghadapi abu merapi. Semua harus mengikuti aturan dan tidak memaksakan terbang kalau memang ada imbauan.

"Kita harapkan para operator mengikuti ASTAM atau peringatan karena debu yang berbahaya," kata Dirjen Perhubungan Udara, Harry Bakti saat dihubungi detikcom, Senin (1/11/2010).

Dia menjelaskan, debu Merapi yakni berupa butir-butir pasir, di mana kalau masuk ke mesin bisa mengganggu mesin, dan performa pesawat bisa terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti kejadian Kamis 28 Oktober, pesawat haji landing di Batam dari Solo, karena kemasukan debu. Bagaimanapun debu merusak mesin," tambahnya.

Penutupan bandara yang dilakukan di Yogyakarta dan Solo ini pun dilakukan dengan melihat kondisi. "Kita monitor terus, secara totalitas belum, kita tutup itu on off, bergantung arah anginnya," tambahnya.

Rute penerbangan pun ada yang diubah. Pesawat dari Yogya atau Solo, kalau ke Jakarta, apabila biasanya lewat Selatan, karena khawatir ada abu, rutenya diubah ke Utara.

"Jadi lewat atas, ke utara dahulu baru ke laut, masuk jalur masuk Semarang kemudian ke Jakarta. Jadi tidak masuk langsung ke Jakarta," tutupnya.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini