Penegasan ini disampaikan Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum, membantah isu penggantian Ketua DPR. Bantahan dia sampaikan melalui telepon, Senin (1/11/2010).
"Itu tidak benar. Tidak ada wacana itu di DPP PD," tegas Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kontroversi atas pernyataan Marzuki Alie mengenai bencana tsunami di Mentawai, Anas yakin bila yang bersangkutan bisa memetik hikmahnya. Sebab sepengetahuannya, Marzuki Alie adalah sosok yang terbuka terhadap kritik dan masukan.
"Sebagai Ketum DPP PD, saya mendukung Pak Marzuki terus meningkatkan kinerja sebagai Ketua DPR. Soal kekurangan, tidak ada seorang pun yang sempurna. Saya yakin Pak Marzuki akan terus berikhtiar bekerja
yang terbaik," papar Anas.
Menyinggung sinyalemen bahwa ketegangan antara Marzuki dan Ruhut adalah cermin perpecahan internal, Ketua FPD M Jafar Hafsah tegas membantahnya. Menurutnya pernyataan keras Ruhut Sitompul terhadap kepemimpinan Marzuki Alie adalah masukan dan kritik membangun.
"Tidak ada yang seperti itu di fraksi, itu pernyataan pribadi Pak Ruhut. Sebetulnya yang disampaikan oleh Pak Marzuki itu adalah agar masyarakat yang tinggal di kepulauan meningkatkan kewaspadaan hindari bencana," ujar Jafar melalui telepon.
Sesaat sebelumnya, Ruhut Sitompul menyampaikan bahwa Marzuki Alie melalui serangkaian pernyataannya sudah mempermalukan PD. Terkait hal ini, menurutnya ada kemungkinan PD akan untuk mencopot Marzuki Alie dari posisi sebagai Ketua DPR.
Pernyataan Marzuki kepada publik yang cukup kontroversial akhir-akhir ini adalah seputar tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Marzuki menilai tsunami adalah konsekuensi warga yang tinggal di pulau.
Sebelumnya Ruhut juga memprotes pernyataan Marzuki bahwa DPR tetap melanjutkan rencana membangun gedung kantor baru. Bahkan bersama beberapa anggota Komisi III DPR, dia mengusung mosi tidak percaya menyusul pertemuan antara pimpinan DPR dengan Komjen Timur Pradopo menjelang uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri.
"Sudah berkali-kali beliau (Marzuki Alie) menyampaikan statement yang tidak sesuai dengan pesan Ketua Dewan Pembina kami, Pak SBY. Beberapa statement dia membuat orang sakit hati. Misalnya soal gedung baru, soal pelarangan Menkes ke Komisi IX," ujar Jubir PD tersebut. (lh/fay)










































