"Menjadi Ketua DPR bukanlah pertimbangan sesaat," tegas Marzuki kepada detikcom, Senin (1/11/2010).
Menurut politisi senior PD ini, dasar pertimbangan utama partai adalah rekam jejaknya sejak bergabung dengan PD pada 2003 lampau. Termasuk capaiannya selaku sekretaris dalam Tim Sukses SBY-Boediono pada Pilpres 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ada rapat rutin Dewan Pembina untuk memberi arahan kepada DPP tentang membangung partai ke depan. Mengenai apa yang saya lakukan, tidak ada satu pun yang menjadi topik dalam rapat," tuturnya.
Sesaat sebelumnya, Ruhut Sitompul menyampaikan bahwa Marzuki Alie melalui serangkaian pernyataannya sudah mempermalukan PD. Terkait hal ini, menurutnya ada kemungkinan PD akan untuk mencopot Marzuki Alie dari posisi sebagai Ketua DPR.
Pernyataan Marzuki kepada publik yang cukup kontroversial akhir-akhir ini adalah seputar tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Marzuki menilai tsunami adalah konsekuensi warga yang tinggal di pulau.
Sebelumnya Ruhut juga memprotes pernyataan Marzuki bahwa DPR tetap melanjutkan rencana membangun gedung kantor baru. Bahkan bersama beberapa anggota Komisi III DPR, dia mengusung mosi tidak percaya menyusul pertemuan antara pimpinan DPR dengan Komjen Timur Pradopo menjelang uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri.
"Sudah berkali-kali beliau (Marzuki Alie) menyampaikan statement yang tidak sesuai dengan pesan Ketua Dewan Pembina kami, Pak SBY. Beberapa statement dia membuat orang sakit hati. Misalnya soal gedung baru, soal pelarangan Menkes ke Komisi IX," ujar Jubir PD tersebut.
(lh/nvt)











































