"Semua letusan besar atau kecil memiliki ancaman bahaya," kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPTTK) Sri Sumarti, saat berbincang dengan detikcom, Senin (11/1/2010).
Letusan yang terjadi hari ini berdurasi 5 menit dengan ketinggian 2 km. Sri melihat jarak luncur aliran material ke arah Kali Gendol. tidak sampai 10 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, sejumlah warga melihat letusan Merapi sangat besar. Kepanikan di Klaten tak terhindarkan. Maklum, awan panas juga mengarah ke kawasan mereka.
Meski demikian, letusan itu tak sedahsyat 26 Oktober, karena awan panas kala itu menyembur hingga durasi lebih 30 menit. Hal inilah yang menyebabkan letusan hari itu terbesar selama ini. Jumlah korban jiwa yang jatuh pada hari itu 32 orang, termasuk Mbah Maridjan.
Berikut ini kronologi letusan terbesar 26 Oktober yang "belum tergoyahkan" oleh letusan selanjutnya:
1. Pukul 17.02 mulai terjadi awan panas selama 9 menit.
2. Pukul 17.18 terjadi awan panas selama 4 menit.
3. Pukul 17.23 terjadi awan panas selama 5 menit.
4. Pukul 17.30 terjadi awan panas selama 2 menit.
5. Pukul 17.37 terjadi awan panas selama 2 menit.
6. Pukul 17.42 terjadi awan panas besar selama 33 menit.
7. Pukul 18.00 sampai dengan pukul 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos pengamatan G. Merapi Jrakah dan Selo.
8. Suara dentuman sebanyak 3 kali terjadi pada pukul 18.10, pukul 18.15, dan pukul 18.25.
9. Pukul 18.16 terjadi awan panas selama 5 menit.
10. Pukul 18.21 terjadi awan panas besar selama 33 menit.
11. Dari Pos Pengamatan G. Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membumbung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak G. Merapi.
12. Pukul 18.54 aktivitas awan panas mulai mereda.
(ahy/nrl)











































