Demokrat Pertimbangkan Copot Marzuki Alie dari Ketua DPR

Demokrat Pertimbangkan Copot Marzuki Alie dari Ketua DPR

- detikNews
Senin, 01 Nov 2010 11:40 WIB
Demokrat Pertimbangkan Copot Marzuki Alie dari Ketua DPR
Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai Ketua DPR Marzuki Alie sudah kerap kali mempermalukan citra Partai Demokrat. Menurut Ruhut, partainya akan mempertimbangkan pencopotan Marzuki dari posisi Ketua DPR.

"Saya dari dulu melihat sudah tidak cocok dan saya kira Partai Demokrat akan memikirkan apakah Marzuki perlu dibiarkan atau diganti dari Ketua DPR," ujar Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Menurut Ruhut, pernyataan Marzuki Alie kerap kontraproduktif dengan penanaman citra PD. Wakil Ketua Dewan Pembina PD itu kerap mengeluarkan pernyataan keras kepada rakyat kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah berkali-kali beliau menyampaikan statement yang tidak sesuai dengan pesan Ketua Dewan Pembina kami, Pak SBY," terang Ruhut.

Pernyataan Marzuki kepada publik yang cukup keras akhir-akhir ini adalah seputar tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Marzuki menilai tsunami adalah konsekuensi warga yang tinggal di pulau.

"Sebenarnya sebagai pimpinan tinggi negara karena bukan sekali melakukan kesalahan statement sebaiknya introspeksi diri, jangan membela diri lagi," imbau Ruhut.

Ruhut kemudian mengenang sejumlah kebijakan Marzuki Alie yang tidak pro rakyat. Marzuki dianggap kerap merugikan citra PD.

"Beberapa statement dia membuat orang sakit hati. Misalnya soal gedung baru, soal pelarangan Menkes ke Komisi IX," keluh Ruhut.

Ruhut menuturkan, PD akan mengambil sikap dalam waktu dekat. Ruhut berharap keputusan yang diambil PD adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan muka PD di mata publik.

"Tinggal di partai ada Ketua Dewan Pembina adan Ketum ada Sekjen ada Ketua Fraksi, biarlah mereka yang segera menentukan nasib Marzuki," tandasnya.


(van/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini