"Agar Presiden SBY segera membatalkan IPO, penjualan saham perdana, Krakatau Steel," ujar Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 1/11/2010).
Marwan menilai, harga saham KS dijual sangat murah. Dengan harga tersebut, bisa merugikan negara yang cukup signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Marwan, seharusnya pemerintah menjadikan KS sebagai saham non listed public company, tidak diprivatisasi. Pemerintah juga diminta tidak menjual satu persen pun saham KS dan diproteksi serta diberi jaminan penuh kredit pengembangan usahanya.
"Agar tidak terjadi penyelewengan dan kebohongan publik di setiap penjualan sahan KS," terang Marwan.
Marwan kemudian meminta DPR mengusut dugaan penyelewengan tersebut. Menurut Marwan, menteri BUMN Mustafa Abubakar seharusnya tidak menjual aset negara.
"Tidak boleh membiarkan terjadinya obral besar aset negara di depan mata," tegas Marwan.
Pemerintah berencana menjual saham PT KS ke publik setelah menunggu dua tahun dalam rencana penawaran umum saham (IPO). Rencana ini terus ditolak berbagai pihak karena dianggap sebagai upaya penjualan aset negara.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyatakan akan ada skandal yang lebih besar dari skandal Bank Century. Skandal ini merupakan rencana penjualan PT Krakatau Steel pada pihak asing.
"Minggu ini ada skandal yang lebih besar dari Bank Century, akan ada skandal Krakatau Steel," ujar Amien dalam pidato politiknya saat pelantikan DPW PAN Yogyakarta kemarin.
(van/lrn)










































