Pemkab Sleman Sulit Cegah Warga Merapi yang Nekat Beri Makan Ternak

Pemkab Sleman Sulit Cegah Warga Merapi yang Nekat Beri Makan Ternak

- detikNews
Senin, 01 Nov 2010 11:07 WIB
Pemkab Sleman Sulit Cegah Warga Merapi yang Nekat Beri Makan Ternak
Jakarta - Merapi kembali mengeluarkan wedhus gembel (awan panas) pukul 10.10 WIB. Kebiasaan warga memberikan makan ternak di pagi hari menjadi kekhawatiran Pemkab Sleman. Pemerintah mengaku tidak bisa mengontrol penduduknya yang hendak kembali ke dusun untuk memberi makan ternak.

"Susah untuk dikasih tahu, karena mereka harus kasih makan ternak setiap paginya," kata Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010).

Yuni mengatakan, sebagian warganya yang memiliki ternak seperti sapi dan kerbau tidak mau mengevakuasi ternaknya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka takut tertukar dengan ternak punya orang lain," ujarnya.

Dia tidak bisa memastikan apakah para penduduk yang biasa memberi makan ternak sudah berada di dalam pengungsian atau belum hari ini.

"Belum bisa dipastikan apakah seluruh penduduk ada di pengungsian semuanya," ujar Yuni.

Pantauan detikcom di pos pengungsian Glagahrejo, Cangkringan, Sleman, kaum ibu terlihat menangis karena suaminya tertinggal di atas karena sibuk memberi makan ternak, saat wedhus gembel dimuntahkan Merapi pukul 10.10 WIB.

Meski awan panas diprediksi tidak berembus ke wilayah Sleman, kekhawatiran tetap dirasakan. "Kita tetap perlu waspada jika ada dimainkan oleh angin siapa sangka bisa berubah arah," ujar Yuni.

(ahy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads