"Susah untuk dikasih tahu, karena mereka harus kasih makan ternak setiap paginya," kata Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010).
Yuni mengatakan, sebagian warganya yang memiliki ternak seperti sapi dan kerbau tidak mau mengevakuasi ternaknya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak bisa memastikan apakah para penduduk yang biasa memberi makan ternak sudah berada di dalam pengungsian atau belum hari ini.
"Belum bisa dipastikan apakah seluruh penduduk ada di pengungsian semuanya," ujar Yuni.
Pantauan detikcom di pos pengungsian Glagahrejo, Cangkringan, Sleman, kaum ibu terlihat menangis karena suaminya tertinggal di atas karena sibuk memberi makan ternak, saat wedhus gembel dimuntahkan Merapi pukul 10.10 WIB.
Meski awan panas diprediksi tidak berembus ke wilayah Sleman, kekhawatiran tetap dirasakan. "Kita tetap perlu waspada jika ada dimainkan oleh angin siapa sangka bisa berubah arah," ujar Yuni.
(ahy/nrl)











































