"Tinggi sekali awan panasnya. Ini yang paling besar dibandingkan letusan-letusan sebelumnya," kata Yuli Noegroho, warga Boyolali kepada detikcom, Senin (1/11/2010).
Yuli menjelaskan, abu gunung merapi ini menyebabkan mobil dan bus yang melintas dari Semarang megarah ke Solo terkena debu. Namun sampai saat ini lalu lintas masih lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diungkapkan Eko, warga Klaten ini menyatakan, awan panas yang dikeluarkan Merapi sangat besar. "Gunung Merapi mengeluarkan wedhus gembel dengan volume yang lebih besar," katanya.
Gunung Merapi meletus lagi sekitar pukul 10.10 WIB. Letusan ini menyebabkan ratusan warga Klaten, Jateng, yang berada di perbatasan gunung teraktif di Indonesia itu panik berlarian dari rumah mereka menuju ke bawah.
(nal/nrl)











































