"Ini kejahatan mengejutkan dan rakyat AS bersama dalam solidaritas dengan teman-teman kami rakyat Turki," demikian pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton.
Dikatakan Hillary, pemerintah AS mengharapkan para pelaku kejahatan tersebut diadili. Washington juga siap menawarkan bantuan dan dukungannya pada Ankara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 32 orang terluka dalam serangan bom bunuh diri di Istanbul pada Minggu, 31 November kemarin. Menurut pejabat-pejabat kepolisian Turki, serangan tersebut menargetkan polisi antihuru-hara yang berpatroli di kawasan sibuk Taksim Square di Istanbul.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun menurut pengamat-pengamat Turki, kemungkinan kelompok separatis Kurdi, Kurdistan Workers Party (PKK) terlibat dalam serangan itu.
Kelompok PKK, di masa lalu pernah melakukan serangan bom ke Istanbul.
(ita/nrl)











































