Dampak Letusan Merapi Lebih Luas Karena Perubahan Gerak Awan Panas

Dampak Letusan Merapi Lebih Luas Karena Perubahan Gerak Awan Panas

- detikNews
Senin, 01 Nov 2010 10:07 WIB
Dampak Letusan Merapi Lebih Luas Karena Perubahan Gerak Awan Panas
Jakarta - Dampak letusan Merapi tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah selatan lereng Merapi, namun juga wilayah di barat dan utara gunung. Hal itu diakibatkan perubahan gerak awan panas.

"Sektor barat dan utara perlu hati-hati, dampak eksplosif bisa mengarah ke sana," jelas Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010).

Wilayah barat dan utara yang dimaksudnya antara lain Kali Benowo dan Kali Apu. Sebelumnya, erupsi mengarah ke selatan (Kaliurang).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak erupsi Merapi kali ini dapat dirasakan di beberapa wilayah perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di Solo, hujan abu mengakibatkan atap rumah warga memutih. Bukan hanya itu, akibat aktivitas Merapi tersebut Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta dan Adi Sumarno, Solo, sempat ditutup karena jarak pandang terbatas.

Dia menjelaskan, dalam erupsi besar sebelumnya (Selasa 26 Oktober) debu vulkanik bisa mencapai Cilacap, sementara erupsi hari-hari selanjutnya dapat dirasakan di kota-kabupaten yang dekat dengan Gunung Merapi seperti Yogyakarta, Solo, dan Magelang.

"Yang jelas, erupsi pertama lebih besar dan dapat dirasakan dampaknya hingga Cilacap. Kalau yang sekarang karena dekat dengan kota dan peralihan gerak awan panas," jelasnya.

Sampai dengan pagi ini, BPPTK menyatakan aktivitas Gunung Merapi terpantau tenang.

Sebanyak 37 orang tewas dalam musibah alam ini. (ahy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads