"Eksplosif yang terbesar yang pertama kali itu, sehingga menyebabkan dampak luas," kata Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Subandriyo saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010), pukul 08.30 WIB.
Status awas Merapi diterapkan mulai Senin 25 Oktober pukul 06.00 WIB. Pada Selasa 26 Oktober 2010, Merapi meletus pada pukul 17.02 WIB.
"Yang jelas, erupsi pertama lebih besar dan dapat dirasakan dampaknya hingga Cilacap," ujar Subandriyo.
Berikut catatan BPPTK tentang letusan terhebat itu:
1. Pukul 17.02 mulai terjadi awan panas selama 9 menit.
2. Pukul 17.18 terjadi awan panas selama 4 menit.
3. Pukul 17.23 terjadi awan panas selama 5 menit.
4. Pukul 17.30 terjadi awan panas selama 2 menit.
5. Pukul 17.37 terjadi awan panas selama 2 menit.
6. Pukul 17.42 terjadi awan panas besar selama 33 menit.
7. Pukul 18.00 sampai dengan pukul 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos pengamatan G. Merapi Jrakah dan Selo.
8. Suara dentuman sebanyak 3 kali terjadi pada pukul 18.10, pukul 18.15, dan pukul 18.25.
9. Pukul 18.16 terjadi awan panas selama 5 menit.
10. Pukul 18.21 terjadi awan panas besar selama 33 menit.
11. Dari Pos Pengamatan G. Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membumbung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak G. Merapi.
12. Pukul 18.54 aktivitas awan panas mulai mereda.
13. Luncuran awan panas mengarah ke sektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara.
(ahy/nrl)











































