Pernyataan itu disampaikan oleh Safari, petugas Pos Pengamatan Merapi di Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang kepada detikcom, Minggu, (31/10/2010).
"Penutupan sekitar pukul 16.45 WIB setelah BPPTK pada pukul 14.00 WIB saat letusan ketiga terjadi memberikan perintah kepada petugas Pos Babadan untuk waspada," tegas Safari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Safari menjelaskan, penutupan pos Babadan belum diketahui entah sampai kapan. Namun, biasanya lama penutupan menyesuaikan kondisi perkembangan fluktuasi puncak Merapi.
"BPPTK juga sudah menjelaskan melalui alat komunikasi bahwa di dalam puncak Merapi terdapat kantong magma. Soal berapa volume kantong magma yang terkandung itu wewenang BPPTK yang menjelaskan,"tegas Safari.
Selain itu, ia menambahkan, Kali Senowo yang ada pada jarak sekitar 1-1,5 kilometer sudah dilewati oleh aliran lahar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama keselamatan jiwa petugas pos yang jaraknya hanya sekitar 4,4 kilometer, itu, sengaja ditutup.
"Biasanya tutup hanya dua hari. Tetapi tidak tahu nanti bagaimana besok apakah bisa dibuka lagi atau tidak tergantung perkembangan fluktuasi puncak," ujar Safari.
Untuk sementara, setelah pos Babadan ditutup pos Babadan dipindahkan secara fungsinya di Desa Krinjing. Pos menempati rumah Ismail, salah seorang petugas Pos Babadan, yang berada 2 kilometer dari Pos Babadan.
Dari pantauan detikcom, sekitar pukul 17.00 WIB dua petugas pos Babadan Ismail dan Yulianto bersama dua petugas pembantu berkemas-kemas meninggalkan pos menuju ke rumah Ismail yang berada di Desa Krinjing.
Sampai pukul 17.45 WIB beberapa desa yang ada di radius 5-20 kilometer dari puncak diguyur hujan deras sampai pukul 18.45 WIB hujan mulai agak terang dan awan panas sudah menyebar.
(irw/irw)











































