Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobucur Magelang, Jawa Tengah Pujo Suwarno kepada detikcom Minggu(31/10/2010). "Jika dirata-rata, penurunan mencapai 10 persen," tegas Pujo Suwarno.
Dari data yang diterima detikcom, penurunan itu terlihat sejak sehari seusai Merapi memuntahkan abu vulkanik ke sejumlah Desa di Magelang. Pada Selasa, tercatat ada 366 wisatawan mancanegara dan menjadi 333 orang pada Rabu berikutnya. Jumlah itu kian berkurang Sabtu kemarin menjadi 258 orang.
Penurunan juga terjadi untuk wisatawan domestik. Pada hari Selasa tercatat ada 2.191 orang dan berkurang menjadi 2.070 orang pada Rabu. Adapun pada Sabtu kemarin, jumlah itu berkurang menjadi 1.683 orang.
Pujo menegaskan, jika dirata-rata pada kondisi normal, terdapat sebanyak 500 hingga 600 orang wisatawan mancanegara ke candi Borobudur per hari. Adapun wisatawan domestik mencapai 9.000 hingga 10.000 orang per hari.
Letusan Merapi telah mengakibatkan bagian candi Borobudur tertutup abu vulkanik. PT Taman Wisata, bekerjasama dengan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur harus ekstra keras membersihakannya. "Kalau tidak segera dibersihkan, dampaknya akan lebih parah lagi," tegas Pujo.
Pujo menambahkan, selain dampak kerusakan candi kendala lainnya adalah pemulihan sektor pariwisata. Dengan penurunan itu, PT Taman Wisata belum dapat memperkirakan potensi kehilangan pendapatan dari wisatawan Borobudur.
"Recovery itu yang susah dan butuh waktu serta dana yang tidak sedikit," ungkap Pujo.
(irw/irw)











































