Menteri BUMN Mustafa Abubakar sempat ditanya potensi kerugian negara ini di sela-sela Media Workshop Kementerian BUMN di Hotel Mason Pine, Bandung, Sabtu (30/10/2010).
"Lebih bagus jangan dibahas di sini. Nanti disajikan hari Senin," kata Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya asing itu kita sediakan 35 persen dari 20 persen saham baru yang dilepas. Lepasan baru yang disetujui DPR itu 30 persen, tapi sekarang 20 persen dulu. 10 Persennya nanti. Asing 35 persen, lokal 65 persen," ujarnya.
Mustafa menambahkan, harga Rp 850 per lembar saham ini adalah usulan underwriter yang sudah dikaji dan dibahas dengan Kementerian BUMN. Bagaimana dengan potensi kerugian negara?
"Itu kan tergantung tingkat perkembangannya. Kalau harga bagus kok terlalu murah. Kalau turun nanti kayak BNI kemarin waktu Initial Public Offering (IPO) juga," ujarnya.
Underwriter, imbuh Mustafa, akan melanjutkan rapat pada Senin. Porsi kepemilikan asing itu juga akan dilaporkan kepada dirinya pada Senin besok. Untuk itulah dia meminta publik menunggu besok.
"Jangan dululah, hari Senin saja," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua MPP PAN, Amien Rais menyatakan akan ada skandal rencana penjualan PT Krakatau Steel pada pihak asing. Penjualan saham secara murah ini ditenggarai berpotensi menimbulkan korupsi dan ada segelintir orang yang diuntungkan dalam proyek ini.
"Dijual sangat murah itu, tandanya ada udang di balik batu. Namanya korupsi," terang Amien saat pelantikan DPW PAN Yogyakarta di Wisma Haji, Yogyakarta, Minggu (31/10/2010).
(fay/vit)










































