SBY Imbau Masyarakat Sekitar Merapi Patuhi Pemerintah

SBY Imbau Masyarakat Sekitar Merapi Patuhi Pemerintah

- detikNews
Minggu, 31 Okt 2010 09:59 WIB
SBY Imbau Masyarakat Sekitar Merapi Patuhi Pemerintah
Jakarta - Kendati pada Minggu pagi ini kondisi Gunung Merapi sudah relatif tenang, namun masyarakat sekitar masih harus waspada. Presiden SBY mengimbau agar masyarakat tetap mentaati pemerintah.

"Agar masyarakat mentaati apa yang disampaikan pemerintah demi keselamatan mereka sendiri," kata Presiden SBY dalam keterangan pers usai KTT ASEAN ke-17 di Hanoi, Vietnam, seperti disiarkan stasiun radio Elshinta, Minggu (31/10/2010).

Bila perlu, masyarakat yang tinggal di lereng Merapi dipaksa untuk turun. "Dipaksa dalam arti yang berada di wilayah berbahaya, diajak, dikatakan mengapa supaya turun. Karena tujuannya menyelamatkan jiwa, bukan karena tujuan yang lain-lain," terang SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY juga menyampaikan apresiasi kepada Kedubes RI di Vietnam yang telah bekerja keras. Karena menurutnya tidak mudah mengurus rombongan presiden yang dari Vietnam harus kembali ke Tanah Air, lalu kembali lagi ke Hanoi. Padahal kegiatan di Hanoi juga harus terus berjalan dengan baik.

Disampaikan SBY, dirinya harus kembali ke Tanah Air di tengah perhelatan regional itu karena bencana alam tengah melanda beberapa daerah. Meskipun dirinya tahu pasti, sistem sudah bekerja dengan baik dalam penanganan bencana, dan Wapres Boediono juga telah mengemban tugas menjalankan roda pemerintahan sehari-hari selama SBY berada di luar negeri.

SBY kala itu meninjau kondisi di Mentawai karena pertimbangan magnitude getaran di daerah itu yang besar. Selain itu ada kompleksitas masalah yang berbeda jika dibanding dengan bencana gunung meletus di Merapi, Yogyakarta.

"Sampai di Padang saya langsung dapatkan update penanganan di Mentawai, tanggap darurat di Yogya dan Jateng menyusul (letusan) Merapi, termasuk yang di Wasior, Papua Barat," lanjut SBY.

Pada 25 Oktober lalu, Mentawai diguncang gempa berkekuatan 7,2 SR yang memicu tsunami. Tak kurang dari 400 orang tewas dalam peristiwa itu. Evakuasi jenazah dan pengiriman bantuan tidak bisa berjalan mulus karena terhambat kondisi medan.

Sedangkan Gunung Merapi meletus pada 26 Oktober lalu. Akibat sengatan awan panas atau wedhus gembel, tak kurang dari 30 orang tewas. Abu vulkanik juga membuat beberapa warga mengalami gangguan pernafasan. Pada Sabtu dini hari kemarin, salah satu gunung paling aktif di dunia ini juga meletus lagi. Lava erupsi Gunung Merapi ini mengalir ke arah barat.

(vit/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads