Keberadaan perempuan itu dilacak melalui nomor telepon yang dia tinggalkan saat mengirimkan barang itu di perusahaan kargo.
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengatakan pasukan keamanan telah mengepung rumah perempuan yang tidak disebutkan persisnya itu. Namun Saleh tidak menyebutkan detil perempuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jumpa pers itu Saleh tidak memberikan kesempatan tanya-jawab pada para wartawan.
Sementara Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan bahwa bahan-bahan peledak itu didesain untuk diledakkan di atas pesawat.
"Kita percaya alat-alat itu didesain untuk diaktifkan di atas pesawat. Kita tidak yakin betul atas timing-nya kapan (diledakkan). Tidak ada bukti awal yang menunjukkan itu dibuat untuk diledakkan di atas udara Inggris, tapi tentu kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja," kata Cameron.
Sedangkan Presiden AS Barack Obama menelepon langsung Raja Arab Saudi Abdullah. Obama mengucapkan terima kasih atas informasi dari Arab itu.
"Presiden telah berbicara kepada Raja Saudi Abdullah pagi ini untuk mendiskusikan rencana teroris yang dicegah kemarin di Bandara East Midlands dan Dubai," ujar Gedung Putih.
Dikatakan Obama, paket-paket berisi bahan peledak itu ditujukan untuk dua rumah ibadah Yahudi (sinagoga) di Chicago.
Atas temuan ini, Obama langsung memerintahkan agar pesawat kargo di bandara Philadelphia dan Newark diisolasi dan dicek. Sebab diduga masih ada kiriman paket berikutnya dari Yaman.
Sebelumnya ditemukan paket-paket berisi bahan peledak dalam pesawat-pesawat kargo bertujuan ke AS.
Ancaman teroris ini bermula dari ditemukannya sebuah paket di Bandara East Midlands, Inggris berisi cartridge tinta komputer yang dimanipulasi. Cartridge itu berisi bubuk putih, kabel dan papan sirkuit yang diduga merupakan material bom. Paket dari Yaman itu ditemukan dalam pesawat kargo UPS bertujuan AS.
Kemudian paket mencurigakan lainnya, juga menuju Amerika, ditemukan dalam pesawat FedEx di Dubai. Pesawat-pesawat kargo itu diperiksa di bandara Philadelphia dan Newark dekat New York, AS.
Saat ini pengujian terhadap bahan peledak itu sedang dilakukan. Kesimpulan sementara, diduga bahan yang digunakan adalah PETN, senyawa berdaya ledak tinggi yang digunakan Umar Farouk Abdul Mutallab saat mencoba meledakkan pesawat Northwest Airlines di udara saat mendekati Detroit, Michigan, AS, Desember lalu.
(nwk/nwk)










































