Keterbukaan Prabowo Jadi Capres Patut Diteladani

Keterbukaan Prabowo Jadi Capres Patut Diteladani

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2010 22:02 WIB
Keterbukaan Prabowo Jadi Capres Patut Diteladani
Jakarta - Meski kontestasi Pilpres 2014 masih jauh di depan mata, Prabowo Subijanto tegas menyatakan kesiapannya menjadi pesertanya. Memang seperti terlalu terburu-buru, tetapi di sisi lain lebih terhormat dan konstitusionalis.

Demikian penilaian Wasekjen PD Ramadhan Pohan terhadap pernyataan Prabowo siap dicalonkan sebagai Presiden RI 2014-2019. Ramadhan dihubungi melalui telepon, Sabtu (30/10/2010).

"Begitu lebih jantan dan terhormat dibandingkan makar, provokasi atau manuver-manuver yang hanya gelisahkan rakyat dan merongrong pemerintah sah pilihan rakyat," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menegaskan, bahwa setiap WNI punya hak untuk mengajukan diri mereka sebagai bakal calon Presiden RI dan Wapres RI. Di dalam UU telah jelas disebutkan aturan main dan persyaratan untuk menjadi mendapatkan legalitas sebagai kontestan dari konstetasi lima tahunan tersebut.

Kepada semua pihak yang punya visi, misi dan konsep untuk memimpin RI, dia anjurkan untuk meneladanai Prabowo Subijanto. Yaitu dengan secara terbuka menyatakan niat baik mereka lalu menggalang dukungan dengan cara-cara yang sesuai aturan hukum berlaku.

"Saya sarankan para dalang unjuk rasa dan petualang politik, agar tidak malu-malu terjun bertarung di pemilu. Ini lebih fair dan clear dalam upaya merebut legitimasi kekuasaan di mata rakyat," sambung anggota Komisi I DPR ini.

Lalau bagaimana persiapan PD mempertahankan supremasinya pada Pemilu dan Pilpres 2014?

"Urusan strategi dan upaya untuk 2014, nanti pada waktunya tentu akan kami pikirkan. Prioritas kami untuk 3-4 tahun ke depan adalah membayar lunas amanh rakyat dengan kerja-kerja terbaik di parlemen dan pemerintahan sekaligus," jawab Ramadhan.

Seperti diketahui, Prabowo Subijanto menyatakan kesediaannya dicalonkan sebagai Presiden RI 2014-2019. Kelaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bahkan mengaku siap bertarung melawan Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam Pilpres 2014 kelak.Β 

Sebagai persiapan, Gerindra mengajak 6 partai politik lain yang disebutnya sebagai sekutu untuk membentuk konfederasi. Enam partai politik yang kelak akan melebur ke dalam partai besutan Prabowo Subijanto itu adalah Partai Buruh, Partai Merdeka, PPNUI, PNI Marhaenisme, Partai Kedaulatan dan Persi.


(lh/nwk)


Berita Terkait