Demikian disampaikan Kepala Humas RSUD Dr Sardjito Yogyakarta Trisno Heru Nugroho di kantornya, Jl Kesehatan, Yogyakarta, Sabtu (30/10/2010).
Korban meninggal yaitu:
1. Ny Sugiyem (70) dari Candi Binangun, Pakem, Sleman. Cedera kepala berat akibat tabrakan.
2. Ipoen, balita berusia 2 tahun dari Trihanggo, Sleman. Ipoen ditemukan sudah meninggal dengan bibir berwarna biru.
Dokter yang memeriksanya menduga bayi ini menghisap terlalu banyak debu dan abu vulkanik.
"Ibunya Ipoen cerita kalau sore hari Ipoen masih ceria dan tertawa bersama teman-temannya. Tapi ketika letusan itu terjadi semua panik, nggak tahu kenapa bibirnya langsung membiru dan meninggal dunia," ujar Trisno.
Adapun 7 korban luka lainnya, 2 di antaranya masih opname karena cedera kepala ringan, 6 lainnya sudah pulang karena cedera. Trisni mengatakan mereka rata-rata cedera karena panik.
2 Korban luka yang diopname:
1. Aji Sumarti (70), Sambirejo, Pakem
2. Dwi Wahyu Setiana (40), Candi Binangun, Pakem
6 Korban luka yang sudah pulang:
1. Mujinem, Sambirejo,
2. Sarjono (70), Pakem
3. Tarinah (60), Sleman
4. Lila Dinar, bayi 6 hari, Sleman
5. Wahyu Setyaningsih (17), Candi Binangun, Pakem
6. Wiji Sutrisno (nwk/lh)











































