"Wedi Mas, wong sing jenenge Gunung Merapi niku nek jemblug mboten sajang riyen kok. (Takut mas, soalnya Gunung Merapi kalau meletus gak bilang-bilang kok)," ujar warga Desa Kaliurang, Karso Wiyono (68) saat berbincang dengan detikcom di lokasi pengungsian di Desa Hargobinangun, Jl Kaliurang, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/10/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Pakde Karso ini, saat kejadian Merapi meletus semalam, dirinya sedang berada di rumah salah satu adiknya untuk menungsi di Dusun Purworejo, Desa Hargobinagun. Tempat tinggal saudaranya tersebut lebih jauh dari puncak Merapi dibanding rumahnya yang kira-kira berjarak sekitar 7 KM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai terdengar ledakan, Karso dan keluarga saudaranya langsung mengungsi ke
Balaidesa Hargobinangun. Karso pun kini memilih untuk tinggal bersama istrinya Suparsih (53). Di pengungsian ketimbang kembali menginap di rumah sang adik.
"Pun mboten mriko meleh, mengke mawon nek pun aman nembe wangsul teng griyo
kiyambak. Sak niki badhe tilem mawon teng mriki nurut pemerintah (tidak mau ke sana lagi, nanti saja kalau sudah aman baru pulang ke rumah sendiri. Sekarang mau tidur di pengungsian nurut pemerintah)," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu sekitar pukul 00.40 WIB, terdengar suara ledakan sangat keras dari arah puncak Gunung Merapi. Ledakan tersebut didahului suara gemuruh yang terdengar sangat keras. Ratusan warga pun panik dan berduyun menuruni jalan Kaliurang untuk mengungsi.
(her/nwk)











































