"Kalau saya, dibilang siap, ya siap saja," kata Refly saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/10/2010).
Pada Rabu (27/10) Refly menulis opini di harian Kompas berjudul 'MK Masih Bersih', isi tulisan menyinggung soal dugaan makelar kasus di MK. Refly memberi contoh kasus pada peserta pemilihan kepala daerah di Papua, yang mengaku bahwa ada hakim MK yang meminta uang Rp 1 miliar untuk memenangi perkara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bekerja tidak ingin gegabah, kadang-kadang di wilayah begini, sudah terang benderang yang mengungkapkan malah terancam pencemaran nama baik," jelasnya.
Namun dia menjamin, setelah tim-nya bekerja, dia akan menyampaikan sepenuhnya kepada Mahfud untuk menilainya. "Tujuan awalnya menjaga MK menjadi pengadilan yang bersih dan bisa dipercaya," tuturnya.
Kapan tim investigasi akan bekerja? "MK mintanya Senin besok, cuma saya harus mengumpulkan tim," tutupnya.
(ndr/ken)











































