Kesediaan itu Prabowo umumkan langsung. Yaitu dalam keterangan pers usai Rapimnas Gerindra di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).
"Saya harus siap dong menghadapi siapapun, termasuk Pak Ical (Aburizal Bakrie -red) dan sebagainya," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila rakyat menghendaki, tentu saya siap. Semua kader bangsa tentu harus siap," tegas mantan Danjen Kopassus ini.
"Sebagai partai dadakan, kami harus benar-benar membangun semuanya. Kami yakin pada tahun 2012 dan 2013 kami sudah punya pijakan kuat untuk Pilpres 2014," sambung dia.
Melalui konsolidasi antar pengurus daerah, Prabowo akan membaca peluang maju sebagai capres. Jika rakyat tidak menghendaki dirinya sebagai Presiden RI 2014-2019, maka Gerindra harus mencari kader lain untuk diusung menjadi capres.
"Kita juga jangan gede rumongso, kalau dukungan 1 sampai 2 persen akan cari kader yang lain," ujar mantan menantu Soeharto ini.
Prabowo menuturkan, Partai Gerindra melakukan konsolidasi untuk menghadapi mekanisme parliament threshold dan electoral threshold yang disebutnya sebagai jebakan demokrasi. Syaratnya terlebih dahulu harus ada soliditas yang kuat dalam internal Gerindra.
"Prinsipnya berapapun (nilai ET dan PT -red), Gerindra siap," tegasnya.
Partai Gerindra menyelenggarakan Rapimnas yang dihadiri semua ketua DPD seluruh Indonesia. Selanjutnya, berurutan digelar Rakernas yang dihadiri seluruh DPC Partai Gerindra dan temu kader yang dihadiri 11OOO kader Gerindra. Temu kader Gerindra digelar di Sentul Convention Center.
"Konsolidasi ini akan menyangkut susunan personalia dan target kita akhir 2010 yakni seluruh DPD propinsi sudah mantap dan akhir 2011 seluruh DPC sampai kecamatan mantap. Sehingga tahun 2013 kita siap sosialisasi meghadapi 2014 yang merupakan sasaran Partai Gerindra," tutupnya.
(van/lh)











































