Katering Bermasalah di Madinah Terancam Diputus Kontrak

Laporan dari Arab Saudi

Katering Bermasalah di Madinah Terancam Diputus Kontrak

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2010 17:45 WIB
Katering Bermasalah di Madinah Terancam Diputus Kontrak
Madinah - Perusahaan katering yang menyediakan makanan untuk jamaah calon haji Indonesia di Madinah yang bermasalah terancam diputus kontrak kerjanya. Katering tersebut tidak profesional dan tidak menyediakan makanan yang memenuhi standar kesehatan sehingga menyebabkan sekitar 100 jamaah calon haji Indonesia sakit.

Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib menyatakan akan merekomendasikan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar memutus kontrak kerja katering yang bermasalah.

"Saya akan rekomendasikan untuk dilakukan hukuman yang setinggi-tingginya,
seperti umpamanya dikurangi jatahnya, atau pada periode berikutnya dilakukan
pemutusan kontrak (pada katering bermasalah). Katering lain yang kapabel pasti akan membantu kita," kata Subakin di Kantor Haji Indonesia, Madinah, Sabtu (30/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan katering yang direkomendasikan untuk diberi sanksi adalah katering Fathoni. Katering ini sudah kena tegur tiga kali.

Pertama, Al Fathoni ditegur karena tidak menyediakan makanan untuk jamaah tepat waktu. Teguran kedua diberikan ketika diketahui ada makanan dari katering Fathoni yang basi sebelum didistribukan kepada jamaah. Dan teguran ketiga, diberikan terkait makanan basi yang sudah didistribukan kepada jamaah.

Sekitar 100 jamaah, pada Kamis (28/10/2010) terkena diare setelah mengkonsumsi katering yang disediakan Fathoni. Jamaah tersebut yakni jamaah Kloter 4 Banjarmasin (BTG), Kloter 39 Solo (SOC) dan Kloter 45 SOC.

Dokter kloter 39 SOC, dokter Glenny Wening S mengatakan Kamis itu katering untuk jamaah datang pada pukul 11.00 waktu Arab Saudi. Namun karena jamaah masih salat arbain, makanan tersebut baru dimakan pada pukul 13.00 waktu setempat. Saat dimakan kondisi sayuran yang saat itu berupa kubis dan lauk berupa daging sudah lembek.

"Habis Isya, jamaah mulai datang ke Posko Kesehatan mengeluhkan perutnya
melilit-lilit dan buang air besar berkali-kali, ada yang 3-5 kali, ada yang 5-11 kali. Jumlahnya hampir 100-an jamaah," kata Dokter Glenny.

Solihin, jamaah Kloter 39 SOC mengaku ia makan katering yang kondisinya kurang bagus tersebut karena sudah lapar. "Ya kita sudah lapar kita makan saja," kata pria asal Batang, Jawa Tengah itu.

Tim kesehatan dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah meneliti dan
memeriksa sampel makanan yang dimakan jamaah Kloter 4 Banjarmasin (BTG), Kloter 39 Solo (SOC) dan kloter 45 SOC. Dari pemeriksaan sampel diduga keras dan diyakini makanan yang dikonsumsi tersebut lah yang menyebabkan jamaah sakit.

"Dari faktor sayur dan daging. Soalnya tidak lama setelah dikonsumsi, jamaah
sakit," kata Subakin.

Kini para jamaah yang sakit tersebut dalam pengawasan dokter. Hingga Sabtu
(29/10/2010), kondisi jamaah mulai membaik dan tidak ada lagi yang melapor ke Posko Kesehatan kloter. Dokter kloter mengantisipasi diare tersebut dengan menyediakan obat diare dan oralit.

"Kami menyediakan  1.000 butir obat diare dan 700 bungkus oralit," kata dokter Glenny.

Jamaah juga diimbau agar menjaga kebersihan diri seperti cuci tangan sebelum
makan dan mengecek kondisi makanan sebelum dimakan.

(iy/nwk)


Berita Terkait