"BMKG tidak pernah mencabut, kami menyatakan potensi tsunami di daerah itu berakhir. Karena ini konotasinya kan lain," ujar Deputi Geofisika BMKG Pusat, Prih Harjadi.
Hal tersebut dia sampaikan dalam diskusi on-air bertajuk "Penanggulangan Bencana". Acara berlangsung di RM Warung Daun, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu terjadi tsunami dengan lama 37 menit. Peringatan dini berlangsung selama 47 menit. Jadi peringatan dini berakir 52 menit kemudian," jelasnya.
Meski begitu, BMKG mengakui pihaknya tidak bisa memberikan konfirmasi tentang tsunami sebab di Pagai Selatan hanya ada alat pendeteksi gempa dasar laut. Sistem dasarnya memakai seismograf untu mendeteksi sumber gempa.
"Lalu kita analisa untuk sumber gempa di laut, kedalaman kurang dari 7 km, dan magnitutednya di atas 7 SR," terangnya.
Prih melanjutkan, masyarakat yang mengetahui terjadi Tsunami saat melihat air laut surut. "Tsunami datang ketinggian sampai ke lantai 1," kata Prih.
(fiq/lh)











































