Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief kepada detikcom dalam pesan singkatnya, Sabtu (30/10/2010).
"4.000 rumah sementara akan dibangun di kawasan perbukitan untuk penduduk pesisir," kata Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya tsunami yang mengancam, tetapi kemungkinan lama-kelamaan pulau akan jatuh. Tidak ada jalan lain, selain melakukan relokasi," kata Andi.
Menurut Andi, proses relokasi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Mentawai mengenai hal itu.
"Butuh waktu yang panjang untuk sosialisasi dan memberikan pengertian kepada masyarakat," ujar Andi.
Gempa sebesar 7,2 SR menghantam kawasan Kepulauan Mentawai 25 Oktober lalu. Gempa tersebut kemudian disusul gelombang tsunami yang memporak-porandakan kawasan tersebut. Bahkan sejumlah desa, khususnya di pantai barat Pulau Pagai, rata dengan tanah.
Akibat kejadian itu, lebih dari 400 orang meninggal dunia. Sementara ratusan lainnya dinyatakan hilang.
(djo/ndr)










































