"Ombaknya tidak bersahabat, ngeri sekali. Kawan saya yang ingin mengirim bantuan balik lagi," kata relawan dari Yayasan Citra Mandiri (YCP) Mentawai, Rahmadi, kepada detikcom, Sabtu (30/10/2010).
Selain ombak yang besar, kata dia, distribusi bantuan juga terhambat lantaran mahalnya biaya transportasi darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmadi menceritakan, korban tsunami di Wetu Monga belum tersentuh bantuan pada 2 hari lalu. Wetu Monga, salah satu daerah terdekat dari lokasi bencana.
"Padahal, kalau ditengok soal boat banyak yang disewa. Jangan-jangan tidak ada pembeli minyak. Kita minta agar pemda setempat menggratiskan bahan bakar minyak agar bantuan bisa didistribusikan," papar Rahmadi.
Rahmadi mengkhawatirkan terjadinya penjarahan akibat terhambatnya bantuan tersebut.
"Jika bantuan begitu banyak tetapi tidak terdistribusi, yang muncul rasa lapar, lelah dan sakit serta emosi maka saya khawatir warga yang sehat melakukan penjarahan. Bagaimana dengan warga yang sakit?. Pemerintah harus segera menanganinya," kata Rahmadi.
(aan/djo)










































