Minoz, salah satu pengunjung Malioboro mengatakan, debu-debu yang semula menutup jalan hingga setebal 5 cm - 10 cm kini sudah mulai hilang. Sisa-sisa tebu hanya terlihat di trotoar dan emperan toko.
"Mungkin karena jalanan dilewati kendaraan terus, jadi debunya menipis," kata Minoz kepada detikcom, Sabtu (30/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soalnya sesek banget," kata salah satu tukang parkir di depan Malioboro Mall. Begitu juga dengan pedangan kaki lima yang menjual dagangannya di emperan toko di sepanjang Malioboro.
Untuk menjaga barang-barangnya dari debu, para pedagang itu menutupnya dengan plastik tebal. Mereka membuka sedikit plastik itu agar para pengunjung bisa melihat dagangannya.
"Biasanya dibuka semua, tapi ini kan debunya masih banyak, jadi nanti kotor," kata salah satu pedangan.
Sebelumnya, debu yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Yogyakarta sangat tebal. Debu juga dirasakan oleh warga yang tinggal di Yogyakarta Selatan bahkan daerah Bantul yang berjarak lebih dari 60 Km dari Gunung Merapi.
Hingga kini, sebagian jalan raya di Yogyakarta masih gelap karena tertutup oleh debu. Hujan mengguyur sebagian wilayah Yogyakarta terutama di daerah Yogyakarta Utara. (ken/aan)











































