Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 00.40 WIB, Sabtu (30/10/2010). Warga langsung mengungsi berbondong-bondong meninggalkan kawasan di sekitar lereng Merapi.
Mereka menggunakan mobil, motor, maupun berjalan kaki. "Ayo mengungsi, ayo mengungsi," teriak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar ada ledakan susulan, warga bertambah panik. Bahkan sebagian dari mereka mengetuk pintu-pintu rumah yang masih tertutup untuk mengajak mengungsi. "Ayo mengungsi, Merapi meletus lagi," ajak mereka.
Hingga pukul 01.00 WIB, arus warga dari lereng Merapi masih terus mengalir.
(rdf/rdf)











































