Sapi Korban Merapi Terkena Radang Pernapasan & Gangguan Pencernaan

Sapi Korban Merapi Terkena Radang Pernapasan & Gangguan Pencernaan

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2010 18:54 WIB
Sapi Korban Merapi Terkena Radang Pernapasan & Gangguan Pencernaan
Yogyakarta - Sekitar 275 ekor sapi mati terkena awan panas Gunung Merapi. Sapi-sapi yang selamat sebagian besar terkena radang saluran pernapasan dan gangguan pencernaan.

"Dari hasil pengamatan dan pemantauan tim dokter hewan, ditemukan banyak ternak sapi yang mengalami luka bakar dan menderita penyakit pneumonia. Sapi-sapi tersebut terkena radang saluran pernapasan dan pencernaan akibat tercemar pasir dan abu vulkanik," kata Ketua posko medik veteriner peduli Merapi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. drh. Ida Tjahyati, Ph.D, Jumat (29/10/20100.

Ida menambahkan, hewan ternak di daerah Cangkringan Sleman kekurangan pasokan pakan hijau dan air  bersih. Sebab rumput hijau dan air bersih saat tercemar debu vulkanik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini berbahaya bagi kesehatan bila dimakan hewan ternak sehingga harus mendatangkan pakan dari luar," katanya.

Menurut Ida, tim dokter hewan FKH UGM akan bekerja selama 3 bulan ke depan untuk membantu Dinas Peternakan Sleman dalam menangani kesehatan ternak warga. Hal tersebut akan dilakukan sampai para pemilik ternak bisa kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan data posko kesehatan hewan Cangkringan terdapat sekitar 2000-an ekor ternak sapi perah yang harus ditangani oleh tim dokter hewan. Hewan-hewan itu tersebar di tiga desa, yakni Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo. Sebanyak 275 sapi yang mati di Kinahrejo, Pelemsari, Ngrangkah dan  Kaliadem.

"Kebanyakan sapi mengalami luka bakar antara 30-50 persen. Sapi-sapi itu diberikan obat anti infeksi, anti radang, dan anti stress," katanya.

Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Sleman, Suwandi Aziz menambahkan, jumlah sapi yang ada di penampungan semakin berkurang. Sebelumnya berjumlah 37 ekor, kini menjadi  menjadi 23 ekor.

"Sebagian sudah diambil pemiliknya untuk dijual ke pedagang sapi," katanya.

(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads