"Kejadian itu karena memang sudah melebihi dari kemampuan kita. Drainase kita pada masa lalu hanya dirancang menampung air 80 mm," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta dalam konferensi pers usai Rapat Transportasi Jakarta di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (29/10/2010).
Prijanto mengatakan, curah hujan saat itu memang mencapai 110 hingga 120 mm. Bahkan terjadi sekitar 20 titik genangan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
akan dibangun sejumlah drainase baru dengan biaya sekitar Rp 110 miliar.
Prijanto menyebutkan bahwa drainase Jakarta sebagian besar tersumbat oleh tumpukan sampah. Bahkan untuk satu gorong-gorong saja, sampah yang menyumbatnya bisa ber truk-truk banyaknya. Ia mencontohkan gorong-gorong yang di bersihkan di Jl Panjaitan.
"Tahu nggak untuk satu gorong-gorong itu sampahnya berapa banyak?10 hingga 15 truk. Bahkan ada kasur hingga kulkas di dalam," sebut Prijanto sambil tertawa.
(gun/ken)










































