"Akhirnya, bagi saya, deponeering ini laksana air zam-zam yang membasahi kerongkongan yang haus akan keadilan, menyegarkan dan menyehatkan," kata Denny yang tengah menunaikan ibadah haji saat dihubungi detikcom, Jumat (29/10/2010).
Deponeering, lanjut Denny, ibarat Air Zam-Zam yang menguatkan untuk terus berjuang bagi Indonesia yang lebih baik. "Tetap Doa and Do the best. Keep fighting for the better Indonesia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedari, dia meyakini kalau Kejagung akan mengambil keputusan terbaik, yaitu keputusan yang sejalan dengan agenda pemberantasan korupsi.
"Deponeering bukan hanya penting untuk tuntasnya kasus Chabit, tapi juga pesan kuat untuk berkata "Tidak" pada setiap upaya pelemahan gerakan antikorupsi. Berkata "Tidak" untuk setiap upaya pelemahan KPK," tuturnya.
Denny pun mengaku, sudah sejak awal menyarankan agar langkah deponeering yang dipilih, dia pun menyetujui putusan bijak kejaksaan agung tersebut.
"Kepada semua pihak, mari kita hormati dan dukung keputusan Kejaksaan Agung tersebut. Selanjutnya mari kita alihkan tenaga, pikiran, dan ikhtiar yang selama ini tersedot ke kasus Bibit-Chandra. Fokus harus kembali kita arahkan kepada upaya serius pemberantasan korupsi dan pemberantasan mafia hukum," urainya.
Pada akhirnya, tambah Denny, deponeering ini ibarat air zam-zam yang menghapuskan dahaga di tengah tandusnya padang pasir penegakan hukum. "Yang dipenuhi praktik-praktik haram korupsi dan mafia peradilan," katanya.
(ndr/ken)











































