"Ini semuanya akan dilaksanakan 3 hingga 6 bulan. Akan diprioritaskan pada Serpong-Dukuh Atas dan Depok-Dukuh Atas," ujar Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto kepada wartawan usai Rapat Transportasi Jakarta di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
Kuntoro mengatakan, jarak tempuh Serpong-Dukuh Atas dengan memakai angkutan umum sekarang ini sekitar 120 menit. Diharapkan ke depannya hanya 80 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kuntoro, agar ini bisa terealisasikan, kesemrawutan angkutan umum harus diselesaikan. Pihaknya akan berusaha agar semua hambatan bisa terselesaikan dengan baik.
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengatakan jika jarak tempuh yang pendek Serpong-Dukuh Atas dan Depok-Dukuh Atas itu bisa terealisasi jika beberapa faktor penyebab hambatan bisa diselesaikan.
"Angkutan umum jangan sekali-sekali dibiarkan mangkal di jalan. Harus berhenti di titik-titik yang sudah disediakan. Juga penumpang harus belajar tidak menhentikan angkutan umum di sembarang tempat," terang Prijanto.
Selain itu, Prijanto juga berharap agar pedagang kaki lima (PKL) tidak ada lagi yang berjualan di atas trotoar sepanjang jalan di jalur itu. Pemerintah DKI akan mewadahi PKL agar tidak berjualan lagi di trotoar.
"Kami mengimbau agar agar PKL yang dagang di trotoar bisa dialihkan ke halaman-halaman kantor dinas di luar jam kerja," ucapnya.
Rencana pemendekan waktu jarak tempuh ini juga didukung oleh Wakil Gubernur Jabar, Dede Jusuf. Ia berharap jarah tempuh pendek ini bisa cepat terealisasi, karena penduduk Jawa Barat yang kerja di Jakarta, dan pulang lagi ke Depok, Jawa Barat cukup banyak.
"Kami mengapresiasi itu, karena ada 2 juta penduduk Jabar yang kerja di Jakarta, dan sorenya pulang lagi ke Jawa Barat, seperti di Depok dan Bekasi," tuturnya.
(gun/mad)











































