Sultan Jajaki Relokasi Korban Letusan Gunung Merapi

Sultan Jajaki Relokasi Korban Letusan Gunung Merapi

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2010 17:22 WIB
Yogyakarta - Kerusakan-kerusakan akibat letusan Gunung Merapi terus diidentifikasi. Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X berpendapat, relokasi masih terus diteliti.

"Kita sedang dalam tahap identifikasi. Kita sedang melihat daerah seperti misalnya Kinahrejo, kerusakannya seperti apa kan harus diidentifikasi dulu. Misalnya, tanahnya digali di beberapa titik, diukur dulu, dilihat dulu, diteliti dulu. Untuk relokasi kan perlu seperti itu," kata Sultan.

Hal ini disampaikan Sultan usai rapat koordinasi dengan Bupati Sleman Sri Purnomo di Posko Utama Merapi, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/10/2010). Sultan didampingi Ratu Hemas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, apabila hasil identifikasi menunjukkan perlu dilakukan relokasi maka akan dilakukan relokasi.

"Tetapi, kalau struktur tanahnya masih bagus bisa hanya direnovasi rumahnya," ujar Sultan yang mengenakan kemeja bercorak kotak-kotak warna biru ini.

Sultan mengatakan lokasi baru untuk relokasi juga masih diteliti. "Tanah itu kalau kena sampai 500 derajat Celcius itu rusak apo ora. Kita belum sampai ke situ," kata Sultan.

Berarti tidak akan direlokasi? "Yo durung karuan (Ya belum tentu).
Yang penting kalau ada aktivitas Merapi, warga itu ngungsi. Itu yang paling utama," jawab Sultan.

Ketika ditanya mengenai dana relokasi, Sultan enggan berkomentar. "Kalau itu nantilah. Saiki dilihat dulu bagaimana jaringan PLN dan air bersih, bagaimana pola kerusakan daerah yang hancur seperti Kinahrejo. Tetapi yang penting struktur tanahnya kita tahu dulu," papar dia.

Sultan mengatakan, status tanggap darurat akan berlaku hinggaย  status awas sudah selesai. Status awas Gunung Merapi diterapkan sejak Senin 25 Oktober 2010.

(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads