Direktur Pelayanan Haji Optimistis 19 Koper Hilang Bisa Ditemukan

Laporan dari Arab Saudi

Direktur Pelayanan Haji Optimistis 19 Koper Hilang Bisa Ditemukan

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2010 17:00 WIB
Direktur Pelayanan Haji Optimistis 19 Koper Hilang Bisa Ditemukan
Madinah - Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama Zainal Abidin Supi memerintahkan agar hilangnya 19 koper jamaah calon haji kloter 12 Batam (BTH), Kepulauan Riau ditelusuri dengan serius. Ia optimistis koper tersebut pasti bisa ditemukan.

"Sekarang belum ketemu. Biasanya pasti ketemu. Coba ditelusuri," kata Zainal di Kantor Haji Indonesia, Jalan King Fahd, Madinah, Jumat (29/10/2010).

Zainal yakin koper-koper tersebut belum diturunkan dari bus, sehingga bisa dilacak melalui bus yang mengangkutnya ataupun mendatangi pool angkutan bus tersebut. Ia pun memerintahkan agar petugas pengamanan bersikap proaktif menelusuri hilangnya koper tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada waktunya insya Allah 19 koper ini bisa ditemukan," kata Zainal.

Jamaah dari kloter 12 Batam kehilangan kopernya setelah tiba di pemondokan. Ketua Kloter 123 Batam H Darwison telah melakukan pengecekan ke embarkasi Batam, embarkasi Madinah, terminal Hijrah, namun koper tersebut belum ditemukan.

Darwison juga bersama pihak daerah kerja (daker) mengecek ke maktab tempat jamaah tinggal dan melakukan sweeping di masing-masing kamar jamaah Batam. Namun hasilnya tetap nihil.

Koper Jamaah Medan Ditemukan


Sementara itu pengamanan (PAM) Madinah, Kamis (28/10/2010) malam, menemukan 4 koper milik kloter 4 Medan (MES) yang sempat hilang. Saat ini 4 koper tersebut ada di kantor Haji Indonesia Madinah atau kantor Daker Madinah.

Di koper tersebut tertulis identitas jamaah yakni Nur Hasanah HRP binti Abdul Kahar, Sudarno bin Supardi, Abdullah Afip RIT bin Japogas Ritonga dan Ilyas Tanjung bin Abu Hanifah.

Koper akan segera dikirimkan ke Mekkah karena saat ini jamaah yang kehilangan tersebut sudah berada di Mekkah. "Ini hasil kerja keras kita dan kerja sama dengan Kementerian Haji Arab Saudi," kata pelaksana Pengamanan dan Penanganan Kasus Madina Kapten Infantri Syafendi Sag.


(iy/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads