Peneliti LIPI Eko Yulianto menuturkan, material pasir tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan beton. Harganya pun bisa melambung tinggi.
"Jenis pasir setelah gunung berapi biasanya bagus untuk beton. Karena posisinya menyudut dan daya ikatnya lebih baik," ujar Eko saat berbincang dengan detikcom, Jumat (29/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harganya naik, dan warga sekitar yang memanfaatkannya. Ibaratnya ini seperti mata uang. Ada bencana tapi di situ ada berkah dan rahmat," tambahnya.
Selain pasir dan batu berkualitas baik, tanah di sekitar kawasan Merapi juga akan subur. Hanya saja, proses pembentukan tanah akan memakan waktu cukup lama dibandingkan dengan pasir dan batu.
"Tergantung jenis tanamannya, karena tanah perlu pelapukan. Kondisi iklim juga berpengaruh, tapi tetap tergantung tanamannya," paparnya.
Merapi meletus sejak tanggal 26 Oktober lalu. Hampir seluruh kawasan gunung hingga radius 12 km tertutupi awan panas saat kejadian itu. Data terakhir, ada 36 korban tewas sementara belasan lainnya luka-luka akibat kejadian ini. (mad/nrl)











































