"Tim kita baru berangkat menuju Mentawai tadi malam, dari kemarin sebenarnya mau langsung tapi cuaca tidak memungkinkan," ujar Kepala Bidang Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan PPK Kemenkes, Els Mangundap, di Gedung Kemenkes, Jl Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Jumat (29/10/2010).
Els mengatakan, banyak bantuan yang belum terdistribusi dengan sempurna. Ombak yang tidak bersahabat membuat para kapal yang mengangkut bantuan tidak berani mengambil resiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Els menjelaskan, ia juga sulit berkomunikasi dengan tim yang dikirimkan ke Mentawai. Dia mengaku hanya berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Mentawai.
"Sinyalnya juga susah untuk kita komunikasi, tapi kita tetap monitor dan berkomunikasi dengan yang ada di sana," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, cuaca buruk masih menyelimuti Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat. Akibatnya, proses pemulihan Mentawai pasca tsunami mengalami hambatan.
Menurut prakiraan cuaca yang di keluarkan BMKG gelombang tersebut berkisar antara 2 hingga 3 meter hingga 31 Oktober. Bahkan pada tanggal 1 dan 2 November 2010 diperkirakan tinggi gelombang lebih dari 3 m hingga 6 meter.
Akibat cuaca yang belum bersahabat, distribusi bantuan masih terhambat. Ribuan mi instan, air mineral, beras dan sembako lainnnya masih terkonsentrasi di Sikakap dan wilayah sekitar. Namun untuk mencapai Muntai dan pantai selatan yang terlanda bencana paling parah harus berkompromi dengan alam.
(lia/lrn)











































