"Kita itu nomor 1 hamba Allah, nomor 2 baru pembantu presiden. Pembantu presiden itu perpanjangan kehendak Allah," terang Darwin di Kementerian ESDM di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (29/10/2010).
Darwin lebih memilih menanggapi isu reshuffle dengan menyebarkan SMS tentang kebaikan, dibanding menanggapi dengan bantahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwin lebih memilih mendekatkan diri kepada Tuhan. Dia tidak membantah dalam waktu dekat akan pergi menunaikan ibadah haji.
"Kalau itu kan urusan sama Tuhan. Kita semua yang Islam kalau ada kesempatan ayo naik haji," tambahnya.
"Kapan berangkatnya, Pak?" tanya wartawan. "Jangan dibicarain. Itu hal sangat personal. Tanya ya petugas haji," jawab Darwin yang juga akademisi UI ini.
(ndr/nrl)










































