Apa yang disuguhkan di sekitar Pasar Bolu tidak hanya menjual hewan ternak kerbau dan babi, tapi sebelum memasuki pasar hewan berjejer warung-warung yang menjual kopi khas Toraja.
"Pasar Bolu merupakan pasar tradisional masyarakat Toraja. Adanya hanya seminggu sekali dan harinya tidak tentu. Jadi kalau kita mau datang harus cari informasi dulu, hari apa adanya. Berlangsung hanya sampai siang hari," ujar Susan Stephanie, peserta Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom, ketika dihubungi detikcom, Kamis (28/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seru juga masuk pasar, bau kotoran. Aku juga bisa lihat babi diikat untuk dijual. Di sana juga ada kandang babinya, mulai dari babi yang kecil sampai babi yang siap untuk dijual," lanjut Andre Helliono, salah satu peserta ACI yang juga rekan satu tim Susan.
"Toraja terkenal dengan kopi. Ada dua kopi yang terkenal di sini, Arabica dan Robusta. Katanya kalau Arabica yang bawa adalah orang Arab, tapi karena di sini banyak orang Torajanya jadi namanya diganti jadi Tobaca," tutur Susan, sembari tertawa.
"Kopinya Toraja enak banget. Sedikit lebih pahit dan agak kental. Gara-gara aku minum kopi khas Toraja, sekarang jadi suka kopi Toraja," lanjutnya.
"Aku cari kopi Arabica yang asli agak susah di sini. Ternyata harganya sangat mahal sekali sekitar Rp 200.000/kg. Kebanyakan yang jual ampasnya, tapi rasanya sudah agak berkurang. Harganya sama seperti kopi Robusta, Rp15.000/liter. Ya sudah akhirnya aku beli kopi Robusta saja," sambung Achin, panggilan Andre.
Pengalaman para peserta ACI dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































