"Selepas shalat Jumat nanti Presiden akan bertolak ke Hanoi dari lanud di
Sumatera Barat," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha melalui telepon, Kamis (28/10/2010).
Mengenai percepatan tanggap darurat Mentawai, menurutnya Presiden SBY telah
memerintahkan Gubernur Sumatera Barat menyusun skala prioritas penanganan. Arahan itu telah diberikan dalam sesi pertemuan yang berlangsung beberapa kali sejak Presiden SBY tiba di Padang pada Rabu (27/10) petang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kondisi terakhir dilaporkan oleh Kepala Daerah dan pejabat teknis terkait.
Secara umum, sejauh ini keadaan dinilai dalam keadaan terkendali.
Kepada Kepala BNPB, diperintahkan melakukan penanganan berkoordinasi dengan
Kepala Daerah setempat dan melaporkannya secara rutin. Wapres Boediono akan
memantau langsung seluruh perkembangan di lapangan dan melaporkannya kepada
Presiden SBY.
"Presiden menyampaikan belasungkawa kepada korban tsunami di Mentawai dan erupsi Merapi, termasuk untuk almarhum Mbah Maridjan (juru kunci Gunung Merapi)," sambung Julian.
Jadwal kunjungan kerja Presiden SBY di Hanoi, sedianya berlangsung non-stop
mulai 26-31 Oktober 2010. Namun menyusul musibah di Mentawai dan Gunung Merapi, pada Rabu (27/10) pagi Presiden SBY yang baru tiba di Hanoi setelah sebelumnya dari Shanghai, Cina, memutuskan terbang kembali ke Padang untuk selanjutnya meninjau langsung kondisi Mentawai.
Agenda utama Presiden SBY selanjutnya di Hanoi adalah mengikuti penutupan KTT ASEAN dan East Asia Summit. Di dalam kesempatan itu Presiden SBY akan menerima posisi Chairman of ASEAN dari Presiden Vietnam Ngunyen Minth Triet dan menyampaikan pidato mengenai arah ASEAN ke depan.
Di sela-selanya, Presiden SBY mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah
kepala pemerintahan negara sahabat. Pembicaraan terkait dengan peningkatan
kerjasama di bidang ekonomi antara dua negara.
(lh/ape)











































