Kesabaran nenek Rohamah, Kamis (28/10/2010), kembali diuji di tanah suci. Si
nenek terpaksa pindah dari Hotel Wissam, padahal ia baru semalam menginap di
hotel tersebut. Sehari sebelumnya, Rabu (27/10/2010), si nenek harus menunggu di Terminal Hijrah, Madinah selama 8 jam, gara-gara belum ada pemondokan.
"Saya lelah sekali. Pegel kaki saya. Tapi saya dinasihati katanya kalau ibadah haji memang harus sabar, saya berusaha sabar saja," kata nenek Rohamah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berhadap-hadapan dengan si nenek, ada seorang ibu yang kelihatan begitu sedih memegang koper-koper yang harus segera dipindahkan. Kemudian juga ada seorang nenek yang mengangkat sendiri kopernya yang berat.
Ketua Kloter 11 Palembang Hajar Azwad mengungkapkan sebanyak 70 persen jamaah kloternya memang berusia di atas 50 tahun. Ia pun kecewa ketika Kamis, saat jamaahnya baru satu hari menginap, mereka harus meninggalkan Hotel Wissam.
Jamaah kloter 11 harus pindah ke tiga hotel lainnya yakni Madinah Arrak, Dyar Salam, dan Fairuz Khomri. Kamar yang mereka tempati akan dipakai oleh jamaah asal Irak sehingga mau tidak mau jamaah asal Palembang harus pindah. "Saya kecewa dan dimarahi jamaah. Tapi mau bagaimana lagi?" kata Hajar.
Wakil Kepala Daerah Kerja Bidang Perumahan dan Katering Mucholih Djimun
menyatakan, Hotel Wissam memang disewa untuk ditempati jamaah kloter 11
Palembang untuk sementara yakni sehari saja. Hal itu dilakukan karena keadaan yang mendesak, jamaah sudah menunggu 8 jam di Terminal Hijrah, sementara tidak ditemukan pemondokan yang sanggup menampung jamaah selama 8 hari untuk salat arbain.
"Dari Daker sebenarnya sudah memberitahu kloter agar tolong diinformasikan pada jamaah bahwa mereka menginap di Hotel Wissam hanya sehari dan kemudian akan dipindah. Tapi rupanya tidak disampaikan kepada jamaah," jelas Mucholih.
Mayoritas jamaah mengaku mereka tidak tahu bila mereka hanya menginap sementara di Hotel Wissam. Yang mereka tahu, setelah terlambat keluar terminal hingga 8 jam, mereka akan mendapatkan pemondokan lalu bisa salat arbain selama 8 hari.
"Saya nggak tahu. Tadi saya sedang salat zuhur saat dijemput teman diberitahu kami harus pindah," kata Haji Abdul Wakil.
Mucholih meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jamaah. Ia mengungkapkan sebenarnya pihaknya sudah berusaha keras agar jamaah mendapatkan pemondokan yang terbaik di dalam markaziah alias jaraknya paling jauh 500 meter dari Masjid Nabawi.
Sebenarnya untuk kloter 11 Palembang, Daker Madinah sudah mendapat jaminan dari majmuah Manazili bahwa masalah pemondokan sudah siap. Namun di akhir waktu ternyata majmuah Manazili secara tidak profesional tidak bisa memenuhi janjinya.
Daker juga sudah koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi, tapi kementerian pun tidak punya solusi. Sehingga jamaah pun terpaksa dialihkan untuk menginap sementara di Hotel Wissam.
"Kita terus terang tidak tega untuk memindahkan karena jamaah sudah sepuh-sepuh di situ," kata Mucholih.
Menurut Mucholih, Kadaker Madinah Subakin Abdul Muthalib sedang rapat dengan
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto untuk membahas masalah
tersebut agar tidak terulang pada kedatangan jamaah gelombang dua.
(iy/ape)











































