"Terlihat menerus," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Surono kepada detikcom, Jumat (29/10/2010).
Surono mengatakan, titik api itu tampak melalui kamera pemantau yang dipasang di bukit Plawangan kawasan wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Titik api terlihat dari kamera pemantau yang bisa dilihat dari kantor Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski cuaca masih mendung, lanjut Surono, pihaknya masih terus memantau aktivitas titik api tersebut. Titik api diam terlihat karena `pintu` erupsi sudah terbuka setelah erupsi eksplosif pada 26 Oktober 2010, dan dari pintu keluar itu awan panas.
Sebelumnya, Merapi kembali mengeluarkan awan panas. Peristiwa itu terjadi pada pukul 16.30 WIB. Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio, guguran awan panas dalam berbagai ukuran sangat potensial terjadi di Merapi saat ini. Sebab, proses erupsi gunung teraktif di Indonesia tersebut masih sangat panjang.
"Pada waktu letusan tahun 2006, muntahan awan panas juga sering terjadi," ungkapnya.
Subandrio melanjutkan, peristiwa vulkanik muntahan awan panas yang terjadi berdurasi sekitar 3 menit. Material yang keluar dari puncak meluncur sejauh 3 Km ke arah Kali Gendol.
(ape/fjr)











































