Demikian kata arahan Presiden SBY kepada Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno untuk tanggap darurat Mentawai pasca tsunami. Hal ini disampaikan Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha melalui telepon, Kamis (28/10/2010).
"Seorang anak pengungsi menyatakan sedih sekolahnya roboh. Oleh karena itu Presiden menginstruksikan segera dibangun pula sarana sekolah secepatnya," kata Julian.
Dialog antara Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono dengan anak korban tsunami, berlangsung di salah satu penampungan pengungsi di desa Sikakap, Mentawai. Mayoritas para pengungsi menyampaikan kesedihan atas sanak keluarga mereka yang tewas dan yang masih belum diketahui keberadaannya.
"Presiden atas nama pemerintah dan negara menyampaikan bela sungkawa dan rasa prihatin mendalam atas musibah gempa bumi dan tsunami di Mentawai. Pemerintah berupaya sekuat tenaga membantu penyelamatan dan pengobatan para korban, dan mencari yang belum diketemukan. Bagi yang wafat agar dimakamkan sesuai agama masing-masing," papar Julian.
Menurutnya di dalam dialog, Presiden juga menghimbau para pengungsi bersabar menunggu pembangunan kembali tempat tinggal mereka di lokasi yang lebih aman dari tsunami. Selama masa tanggap darurat, disediakan rumah-rumah hunian sementara.
"Presiden menghimbau warga bersedia menempati rumah hunian sementara di daerah yang aman sambil menunggu relokasi ke tempat lebih aman. Di wilayah yang terkena tsunami sangat rentan dan tidak aman," ujar Julian.
Sementara untuk operasi tanggap darurat, bantuan makanan dan logistik dilanjutkan dengan dukungan TNI-AD, AU dan AL. Hari ini telah tiba bantuan kemanusian dari Presiden RI berupa bahan makanan, minuman, obat-obatan yang dikirim dalam dua gelombang dengan berat total masing-masing 4 ton dan 14 ton.
"Presiden menginstruksikan Pemda Sumbar memastikan bahwa setelah tanggap darurat selesai, segera dibangun kembali fasilitas kesehatan, sekolah dan sebagainya. Pemerintah Pusat akan membantu rehabilitasi dan rekonstruksi," tutup Julian.
(lh/fay)











































